aku mulai mempertanyakan semuanya
ketika aku sudah tau semunya
sebenarnya sejak awal pun aku sudah tahu semuanya
hingga rasa jenuh dan marah,
menggerayangiku begitu lama
sudah ku katakan pada diriku
untuk berhenti
tapi semuanya malah membawaku terdorong begitu jauh
hanya sebatas dinding tipis yang terbuat
itulah sebabnya aku mampu memecahnya dengan diriku
dan pasti sakit karena menghancurkan dindinG itu sendiri
dinding yang kubuat sendiri
tapi bukan pertolongan yang kutemui diseberang sana
ruang itu begitu kosong
sama kosongnya dengan ruanganku
dan yang kutemukan hanyalah sesosok yang ingin bersandar
bahuku memang tidak kuat dan rapuh
tapi
dengan bodohnya ku ijinkan
untuk disandarinya
sosok itu begitu bodoh
bagaimana bisa dia bersandar pada sesuatu yang rapuh
tapi lebih bodoh diriku
yang rapuh
bahkan aku tak perduli atas diriku
begitu banyak ruang yang sudah kuhancurkan dindingnya untuk ku masuki
tapi tetap yang kutemukan disetiap ruang itu sama
dan aku menerima mereka semua
menerima mereka bersandar padaku sesukanya
lebih baik disakiti dari pada menyakiti
aku mulai benci kalimat itu
kalimat yang selalu terngiang diotakku
kalomat yang diucapkan ayahku
tapi ketika aku menoleh
memang itulah yang aku inginkan
meskipun aku hancur
aku nggak rela melihat orang yang aku tahu menjadi hancur
walaupun aku hanya tahu
semuanya sudah direncanakan
suda ada skenarioya
bahkan daun jatuhpun Allah sudah menuliskan tujuannya
kalimat itu seakan mengajakku untuk berinstropeksi
mengingat masa-masa yang telah ku lewati
dan yang tersisa adalah
kematian
entah kenapa
aku merasa kali ini kematian begitu dekat denganku
aku begitu takut
sangat takut bahkan
aku tidak mengerti apa yang terjadi pada diriku
hingga pikiran yang bahkan sangat jarang muncul diotakku ini muncul begitu saja
bahkan tanpa sengaja aku membaca..
Yang paling dekat itu mati,
yang paling jauh itu masa lalu,
yang paling berat itu amanah,
yang paling ringan itu meninggalkan sholat,
yang paling tajam itu lidah,
dan yang paling besar didunia ini itu nafsu.
Ya Allah
tidak ada kebetulan kan
jika memang ini yang terakhir
aku mohon padamu
jagalah mereka semua
mereka yang selalu membantuku
mereka yang selalu disisiku
mereka yang selalu membuatku tertawa
mereka yang selalu memperhatikanku
mereka yang selalu mencelaku
mereka semua yang tahu diriku
jagalah mereka semua
untukku
Ya Allah
mungking aku tidak pantas memohon begitu banyak kepadamu
mengingat diriku hanyalah
manusia yang penuh dosa
jangan biarkan mereka menerima hinaan atau cacian karena mengenal dan mengetahuiku
cukup aku saja
karena akulah yang paling salah disini
akulah yang paling tidak pantas akan semua kebahagiaan
akulah yang paling tidak pantas menangis dan memohon padamu seperti saat ini
aku sungguh menyesali semua perbuatanku dimasalalu
semuanya
ya semuanya
aku berharap bisa memperbaiki semuanya
semua kenaifanku dan kemunafikanku
semua kalimat yang terlontar dari mulutku yang menyakiti orang lain
aku sungguh ingin minta maaf pada semuanya
aku minta maaf orang-orang disekitarku
dan terimakasih telah mewarnai kertas usangku yang kumal
MAAF